di Probolinggo, Nekat Mudik Dikarantina Belasan Hari

PORTALBROMO.COM – Pemerintah Kota Probolinggo siap mengkarantina pemudik yang tetap nekat datang ke kota ini. Tempat karantina pun sudah disiapkan di SMK Negeri 2 lengkap dengan dapur umumnya. Selama 14 hari pemudik harus mentaati aturan yang diterapkan sesuai dengan protokol kesehatan dan pengamanan ketat.

“Perlu saya sampaikan masyarakat bahwa kami sudah menyiapkan tempat. Kami imbau masyarakat jangan mudik sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Kalau pun terpaksa mudik wajib karantina dan ini tidak bisa dihindari lagi. Kami serius dan akan bertindak tegas, siapapun masuk kota akan kami karantina,” ujar Wali Kota Hadi Zainal Abidin.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Wawali Mochammad Soufis Subri bersama Kapolres AKBP Ambariyadi Wijaya dan Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo memastikan kesiapan sejumlah lokasi yang akan digunakan untuk karantina pemudik, safe house untuk tenaga medis dan ODP (Orang Dalam Pemantauan) dari keluarga pasien confirm COVID 19.

Rabu (22/4) pagi, forkopimda menuju SMK Negeri 2 yang digunakan untuk pemudik. Sekitar 60 bed akan dipersiapkan di sejumlah kelas yang sudah dirubah sedemikian rupa. Di SMK Negeri 2 terdapat dapur umum, tempat olahraga dan tempat ibadah.

AKBP Ambariyadi menegaskan kepada Plt Kepala Dinkes dr NH Hidayati, agar di setiap ruangan diberi imbauan yang harus ditaati seperti tetap memakai masker, jaga jarak, berolahraga, boleh berkomunikasi dengan keluarga menggunakan video call dan dilarang bertemu, jika keluarga ingin memberi sesuatu harus dititipkan ke petugas.

Tujuan berikutnya ke Graha Mina yang memiliki 11 ruangan dan guest house di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan terdapat 20 kamar. Pemantauan terakhir ke rumah susun Mayangan yang disiapkan untuk keluarga pasien positif. Ada 48 unit, masing-masing unit terdapat 2 kamar lengkap dengan perabotnya. Rusun itu sudah dilengkapi ruang tunggu, televisi, kursi hingga wastafel portabel.

Pemerintah Kota Probolinggo terus berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk menjaga mata rantai COVID 19 di Kota Probolinggo. “Tidak ada lagi karantina mandiri untuk memastikan dan memudahkan kontrol setiap hari supaya bisa meredam penyebaran COVID 19,” tegas Habib Hadi.

“Sehari ini kami siapkan semua untuk bisa mengkarantina pemudik, keluarga pasien (ODP) dan safe house untuk tenaga kesehatan,” lanjutnya.

Wali kota juga berharap kepada masyarakat, apabila mengetahui ada yang pemudik segera informasikan ke RT RW agar bisa dijemput untuk dikarantina selama 14 hari.

“Tujuannya untuk keselamatan dan lingkungan dari penyebaran COVID 19. Masyarakat harus bisa memahami dan menyadari apa yang dilakukan ini untuk kebaikan semua. Peduli dan ikuti protokol kesehatan dari pemerintah,” imbau Habib Hadi.

Sementara itu, Kapolresta AKBP Ambariyadi Wijaya berpesan agar masyarakat ikuti anjuran pemerintah. “Insyaallah kita semua aman dan sehat. Untuk pengamanan, akan ditugaskan anggota di titik-titik yang disepakati TNI-Polri-Satpol PP dan masyarakat,” katanya.

Dandim 0820 mengapresiasi yang dilakukan pemerintah dan satgas yang optimal. “Tapi perlu kedisiplinan dan kesadaran masyarakat sebagai garda terdepan, memutus mata rantai bukan hanya peran aparat tetapi masyarakat juga. Ikuti semua imbauan pemerintah dan kodim siap mendukung pemerintah kota dalam mencegah COVID 19,” ujar Letkol Inf Imam Wibowo.(mr/hms)

9 Comments

  1. I love looking through a post that can make people think. Also, many thanks for permitting me to comment!

  2. Simply want to say your article is as amazing. The clarity to your submit is simply nice and i could assume you’re an expert in this subject. Well together with your permission let me to snatch your feed to keep updated with impending post. Thank you 1,000,000 and please keep up the enjoyable work.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll Up