Komisi III DPRD kota Probolinggo, Minta DLH Tegas ke PT. AFU Tentang Limbah B3

portalbromo.com – Komisi III DPRD kota Probolinggo gelar Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) bareng Dinas Lingkungan Hidup ( DLH), Rabu (20/01).

Materi pembahasan kali ini terkait anggaran yang dikelola DLH di tahun 2021 serta permasalahan sampah dan limbah yang ada di kota Probolinggo.

Robit Riyanto, anggota komisi tiga dari PPP, menyampaikan permasalahan sampah dan limbah di kota Probolinggo tidak bisa dipungkiri masih butuh pengelolahan yang lebih baik. Terutama menyangkut limbah Bahan Berbahaya dan Beracun atau yang biasa disebut B3.

“Saya sering melihat para klinik membuang sampah dibungkus plastik terus dibawah tukang sampah, kita khawatir itu sampah medis,” ujarnya

Pada pembahasan, Komisi III juga meminta DLH lebih tegas terhadap Pabrik PT. AFU yang berlokasi di Jl. Anggrek Pilang Probolinggo. PT. AFU yang menggunakan bahan dasar asbestos sebagai bahan dasar pembuatan asbes dinilai menghasilkan limbah B3.

Dikutip dari literatur, Robit menyampaikan bahwa dalam jangka waktu 50 tahun ke depan, limbah dari asbestos yang kini tertimbun akan menjadi hal yang mematikan untuk warga di sekitarnya.

selain itu, Heri Poniman dari Gerindra juga meminta DLH lebih tegas terhadap SOP PT. AFU dalam pengelolaan limbah, ia menyampaikan banyak truk keluar masuk dari PT. AFU yang diduga mengangkut limbah B3.

“truk pengangkut limbah yang keluar masuk dari PT. AFU apa sudah jelas SOP nya, harus diperjelas, karena debunya saja yang berasal dari muatan truk sangat berbahaya untuk warga yang dilintasi truk tersebut” pinta legislator asal Gerindra itu

Kepala dinas Lingkungan Rachma Decta Antariksa menjelaskan, sampah memang menjadi permasalahan hampir disetiap kota, daerah masih menganggap sampah sebagai permasalahan sebelah mata, menurutnya hal ini keliru.

“Memang masih banyak daerah menganggap sampah sebagai permasalahan sebelah mata, hal ini kurang tepat, mengingat tekhnologi pengolahan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat sangat mahal, untuk sementara kota Probolinggo dalam pengelolaan masih menggunakan cara peleburan dengan tanah, jadi sampah dilebur kemudian di urug mengunakan tanah,” kata Decta

Terkait limbah B3 setiap tahun DLH selalu memberi himbuan kepada seluruh pelaku usaha atau pabrik dalam pengelolaan limbah B3, tidak terkecuali limbah medis.

“Setiap tahun kita selalu melakukan himbauan kepada seluruh pelaku usaha maupun pabrik terkait limbah, terutama yang menghasilkan limbah B3,” paparnya

“Namun untuk RSUD Moh. Saleh, untuk pengelolaan limbah B3 mereka membangun kemitraan dengan rekanan yang memang khusus untuk pengolahan limbah medis,” pungkasnya.(wn/mr)

2 Comments

  1. whoah this weblog is fantastic i really like reading your articles. Stay up the good paintings! You know, a lot of individuals are looking round for this info, you can help them greatly.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll Up