Puncak Upacara Yadnya Kasada Pikat Ribuan Wisatawan

PROBOLINGGO | PORTAL BROMO – Upacara Yadnya Kasada Gunung Bromo, tradisi rutin tahunan masyarakat suku tengger yang menempati 4 wilayah antara lain Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang ini sukses digelar Kamis (18/7) dini hari. Serangkaian upacara puncak Yadnya Kasada di awali pengukuhan warga kehormatan di Pendopo Agung, Desa Ngadisari.

Warga kehormatan dimaksud adalah sejumlah tokoh antara lain Sekda Provinsi Jawa Timur Heru Cahyono, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Probolinggo Agus Ardian, Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurizal, Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto serta Dandim 0820 Probolinggo letkol (inf) Imam Wibowo, pengukuhan dilakukan oleh Ketua para Dukun Pandita, bernama Sutomo.

Wakil Bupati Probolinggo Saat Sambutan

Saat diwawancarai portalbromo.com tokoh warga Suku Tengger Supoyo mengatakan, pengukuhan ini sebagai pelestarian budaya tradisi Suku Tengger, jika para tokoh telah dikukuhkan berharap untuk berperan aktif guna memajukan budaya Suku Tengger serta dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Suku Tengger.

Rangkaian upacara Yadnya Kasada sudah dimulai Jumat (12/7) lalu, dengan acara Nancep Karya atau Miwiti yang dilakukan dengan gotong royong melakukan pembersihan fisik.

Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Sekda Prov Jatim Heru Cahyono mengatakan, Indonesia mempunyai banyak event budaya salah satu yang terbaik adalah Yadnya Kasada, event ini berlangsung di tempat yang sangat indah serta kombinasi hiburan budaya yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sementara itu Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko di sela pengukuhan warga kehormatan Suku Tengger mengucapkan selamat merayakan Yadnya Kasada untuk masyarakat Tengger, Bromo sebagai kawasan wisata strategis menjadi kawasan wisata yang lengkap serta warga Tengger yang ramah menjadikan alasan Bromo menjadi jujukan para wisatawan.

Pengukuhan Warga Kehormatan Suku Tengger

“Masyarakat Tengger mulai malam mini hingga esok akan melakukan upacara Kasada, ini sebagai contoh pluralisme, sarana transportasi di kawasan Bromo kedepan akan di usulkan menjadi lebih baik, agar masyarakat sekitar dan wisatawan semakin nyaman dana aman,” paparnya.

Diketahui sebelumnya, puncak upacara Yadnya Kasada digelar di Mandala Pura Luhur Poten Bromo Kamis (18/7) dini hari dengan beberapa agenda antara lain, pembacaan sejarah kasada, Puja Stuti Dukun Pandhita Tengger, Mulunen Puja Mekakat terakhir iring-iringan ke kawah Gunung Bromo untuk labuh sesaji.(wm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll Up