PNM Probolinggo Jadikan Kelor sebagai Potensi Pendapatan

portalbromo.com, Probolinggo – PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) melihat potensi peningkatan pendapatan melalui budidaya kelor di Probolinggo. PNM memberikan bantuan penanaman 1.500 pohon kelor di Desa Condong melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Desa Condong merupakan salah satu desa yang memiliki potensi lahan untuk budidaya kelor di Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, tanaman yang dikenal dengan sebutan Mother’s Best Friend dan Miracle Tree ini dapat tumbuh subur di daerah tropis.

Bekerjasama dengan Moringa Good, 50 perwakilan nasabah PNM Mekaar dan 10 kelompok tani di sekitar Kecamatan Gading mengikuti proses penanaman. Kepala Divisi Jasa Manajemen dan TJSL PNM Mira Damayanti menilai potensi kelor dapat membuka peluang tambahan pendapatan bagi warga desa. Apalagi di Desa Condong melalui unit Gading terdapat 2.822 nasabah binaan PNM melalui program Mekaar.

“PNM ingin turut serta berkontribusi dalam membantu kesejahteraan warga Desa Condong. Bagi nasabah yang menanam pohon kelor di lahan miliknya, kami bantu fasilitasi untuk dapat dijual kepada pihak Moringa.” Ungkap Mira.

Kondisi daun kelor yang dapat dijual melalui mitra kerjasama PNM tentu dengan kriteria tertentu, sehingga bukan hanya melakukan penanaman, edukasi manfaat daun kelor secara mendalam juga diberikan kepada peserta yang mengikuti kegiatan penanaman ini.

“Pemahaman warga tentang pemanfaatan daun kelor secara mendalam bisa memotivasi mereka untuk bisa merawat pohon tersebut dengan baik dan memproduksi olahan produk unik dengan nilai ekonomi tinggi untuk membantu pendapatan keluarga,” tambahnya.

Program TJSL yang dilakukan oleh PNM sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Tiga pilar pembangunan yakni ekonomi, sosial dan lingkungan yang menjadi isu pembangunan global menjadi konsen PNM dalam membantu mencapai 17 indikator pada tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Salah satu nasabah PNM Mekaar yang turut berpartisipasi dan merasakan manfaat dari program ini adalah Ibu Supaida. Ia merasa wawasannya terkait pemanfaatan daun kelor semakin luas setelah program dari PNM dilakukan di desanya.

“Alhamdulillah senang sekali bisa mengikuti kegiatan tanam kelor. Selain mengikuti kegiatan penanaman, kita diberi edukasi manfaat tanaman kelor. Selama ini saya hanya tau kelor cuma dibuat sayuran. Namun setelah mengikuti  kegiatan ini, saya dapat  mengetahui  dengan  baik  manfaat,  khasiat  serta  berbagai  produk  olahan  kelor yang menguntungkan” ungkapnya sumringah.(*)