banner77

Ustad Kondang Asal Makasar Isi Ceramah Peringatan Isra Mi’raj Pemkot Probolinggo

portalbromo.com – Peringati Isra Mi’raj 1443 H, Pemkot Probolinggo datangkan ustad kondang asal Makasar Das’at Latif isi ceramah di Masjid Agung Raoudahtul Jannah kota Probolinggo Minggu (17/3).

Ratusan jamaah memadati ruangan dan pelataran masjid untuk mendengar mauidzah hasanah dari Ustad yang sekaligus Dosen di Universitas Hasanudin Makasar itu.

Tampak hadir juga walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, Kapolresta Probolinggo, ketua DPRD kota Probolinggo, Ketua MUI Probolinggo, Kepala OPD, dan tamu undangan.

Dalam ceramahnya sang ustad memaparkan dengan detail peran penting para nabi, termasuk Muhammad SAW, dalam menyebarkan risalah Allah, ajaran Islam di muka bumi ini.

Jangkauan Nabi Muhammad dalam menyiarkan agama Islam bukan lagi pada tahap keluarga, suku, dan satu bangsa. Nabi Muhammad memiliki jangkauan menjadi nabi untuk menjadi Rahmatan lil Alamin.

“Ini perbedaan para nabi dengan Nabi Muhammad. Nabi Muhammad menjadi nabi ketika manusia sudah menjadi bangsa-bangsa, menjadi suku-suku dan itu harus dijangkau semuanya. Makanya dari situlah Nabi Muhammad dilahirkan di Kota Makkah. Makkah adalah awal-awal di mana manusia mengenal Allah SWT,” ujar pria yang hiasa ngisi tausiah di sala satu stasiun televisi Indonesia tersebut.

Setelah berjalannya waktu, kata Ustad Das’at, ajaran Islam masuk ke Nusantara. Saat masuk ke Indonesia, Ustad Das’at menyebut terjadi akulturasi dalam hal budaya. Islam berkembang keseluruh negara dan berbeda-beda dalam penerimaannya.

Ustad Das’at juga menegaskan bahwa keragaman yang ada di Nusantara ini merupakan kekayaan yang harus dipertahankan. Hanya di Indonesia sebuah negara yang mampu memikul puluhan bangsa.

“Makanya harus disatukan. Tidak ada lagi raja dan hamba. Yang ada rakyat. Tidak boleh lagi menyebut kafir. Kenapa? karena kafir adalah orang yang menentang Allah dan memusuhi kaum muslimin. Kalau sudah hidup bersama namanya dzimmi. Kalau sudah saling bertanggung jawab namanya raiyyah (rakyat),” tegasnya.

Habib Hadi ( sapaan walikota Probolinggo ) memberikan apresiasi kegiatan perungatan Isra Mi’raj kali ini.

Menurut Habib Hadi, Ustad Das’at tidak hanya berbicara mengenai sejarah saja, namun memberikan penguatan tentang kebangsaan.

Hal itu penting, menurut walikota Satu periode itu, ditengah situasi politik dan sentimen paham keagamaan atau politik identitas, Pancasila menjadi pemersatu. “Beliau menguatkan semangat ke Indonesiaan kita sebagai warga negara” ujar Habib.(mr/adv)

Respon (12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.