Dewan – Pemkot Jilid 2, Komisi Tiga Ngotot Rekom Perbaiki Jalan Rusak

Portalbromo.com – Belum menyerah, Komisi tiga DPRD kota Probolinggo terus desak pemkot Probolinggo lakukan perbaikan jalan rusak di kota Probolinggo.

Usai lakukan beberapa upaya agar perbaikan jalan segera dilakukan, kali ini untuk kedua kalinya komisi tiga DPRD kota Probolinggo datangi dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR ) guna pembahasan yang sama, Rabu (27/5).

Rekomendasi dewan untuk perbaikan sejumlah jalan rusak di Probolinggo seakan menjadi pembahasan yang paripurna bagi pemerintah kota Probolinggo.

Hal itu di sebabkan bebarengan dengan upaya pemerintah kota Probolinggo dalam penanganan pandemi corona.

Di ketahui dalam upaya pemutusan mata rantai Virus Covid 19 sejumlah pemerintah daerah sedang melakukan refokusing ( penataan ulang ) anggaran termasuk pemerintah kota Probolinggo.

Sejumlah anggaran yang sudah memiliki pos masing-masing sebagian terpangkas bahkan dialihkan untuk penanganan virus corona.

DPRD kota Proboling tidak mempermasalahkan terkait refokusing, namun di tengah-tengah minimnya nggaran yang tersedia untuk pembangunan, wakil rakyat tersebut menilai ada kebijakan pemkot dianggap kurang sejalan dalam penggunaanya.

Sala satu kebijakan yang kritik oleh dewan adalah pembangunan jembatan untuk rumah sakit baru yang menelan biaya 1.2 miliar, dengan kondisi keuangan yang ada saat ini, hal itu menurut ketua Komisi tiga Agus Riyanto kurang tepat.

Menurutnya penggunaan anggaran diprioritaskan pada yang berdampak langsung ke masyarakat seperti perbaikan jalan rusak lebih masuk akal.

” Ini kedua kali kami ke dinas PUPR, karena yang belum mendapat jawaban pasti kami ke sini lagi” kata Agus Riyanto

“Saya tidak mempermasalahkan tentang refokusing, namun ada proyek besar yang berasal dari sumber anggaran yang sama dengan perbaikan jalan, kenapa yang berdampak langsung ke masyarakat yang harus dihilangkan, ini kan aneh ada apa ?” Lanjutnya.

Kepala dinas PUPR Agus Hartadi menanggapi, PUPR menampik jika dianggap kurang memperhatikan rekomendasi dewan.

Ia mengatakan hingga saat ini materi yang menjadi rekomendasi dewan tetap menjadi pembahasannya, namun Agus juga mengakui ada beberapa hal yang menjadi kendala dan itu di luar kewenanganya.

“Kita tetap membahas apa yang menjadi rekomendasi dewan, tapi tetap kembali, disini saya sama juga sebagai tukang” tandasnya.(mr)

6 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll Up