Kronologi Polsek Dringu Didemo Buruh Tani, Dugaan Perampasan Kendaraan Tersangka Hingga Prosedur Penangkapan

portalbromo.com – Ramai jadi perbincangan aksi sejumlah warga desa Sumbersuko ngeluruk Polisi Sektor (Polsek ) Dringu pada Kamis (23/7).

Di kumpulkan dari berbagai sumber, aksi yang dilakukan mayorits buruh tani itu ditenggarai beberapa hal.

Pada tanggal 6 Juli 2020, Jajaran Polsek Dringu melakukan penangkapan terhadap ZN (45) warga Sumbersuko kecamatan Dringu kabupaten Probolinggo.

ZN ditangkap karena terduga pelaku pencurian Paranet (jaring penahan cahaya matahari untuk bawang merah ) milik H. Likun yang hilang pada tanggal 5 Januari 2020.

Menurut keterangan dari Suliyani yang merupakan istri ZN, sebelum penangkapan rumahnya pernah didatangi oleh seorang bernama FN dan beberapa temanya.

FN yang diketahui anggota dari Polsek Tiris adalah juga kerabat dari korban (Red : H.Likun). Karena upayanya mencari ZN tidak berhasil, FN membawa dua kendaraan roda dua dari rumah ZN.

“Fendik dinas di Polsek Tiris bareng temannya mencari suami saya, karena suami tidak dirumah, Fendik membawa 2 Unit Roda dua milik kami, dengan alasan suami saya mencuri Jarit milik saudara ipar nya yaitu H.Likun, dan 2 unit Roda dua itu dibawah ke rumah H.Likun”, kata Suliyani.

Merasa mendapat perlakuan kurang benar, melalui kerabatnya Suliani melaporkan FN ke Polda Jawa Timur. Alhasil, tanggal 28 April 2020 sekiranya jam 23.00 melalui orang suruhanya FN mengembalikan dua unit kendaraan yang diambilnya dari rumah ZN.

“Tanggal 28 sekitar jam 11 malam ada yang mengantarkan sepeda itu, dan 29 april 2020 saya dan suami didatangi propam Polres Probolinggo menanyakan terkait masalah pengambilan sepeda, karena suami saya kenal baik dengan Fendik, kami tidak nuntut apa- apa” jelas Suliani.

Atas laporan Korban (red: H. Likun) dan sejumlah bukti Paranet ( Jarit ) yang dimiliki Polsek Dringu, Tanggal 3 Juli 2020 sekitar jam 6 sore reskrim Polsek Dringu melakukan penangkapan terhada ZN.

“Saya tidak tega pak karena waktu ditangkap suami saya kepala nya diinjak, dipukuli dengan tangan diborgol, saya tidak terima, akan saya laporkan ke Propam Polda Jatim pak”. Pungkas Suliani.

Sejumlah pihak dalam hal ini Warga Sumbersuko dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Paskal Probolinggo menilai ada yang janggal dalam upaya Polsek menetapkan ZN sebagai terangka.

Menurut ketua LSM Paskal Suliman, Asal-usul barang bukti yang digunakan kepolisian terkesan abu-abuh. Pasalnya hingga kini pemilik barang bukti belum mendapat proses hukum.

“Yang kita soroti adalah proesdur penagkapan oleh pihak kepolisian, serta asal usul barang bukti yang mereka miliki, jika barang bukti itu sudah diamankan, tentunya di situ ada pihak yang teramcam pasal 480 KUHP, tentang penadahan barang hasil curian, nyatanya sampai sekarang kan tidak ada”. Ucap Suliman.(mr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll Up