Peringati HPS, Pemkot Probolinggo Dorong Komoditas Pangan Selain Beras Sebagai Ketersediaan Pangan Masa Depan

portalbromo – Pemerintah kota Probolinggo melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Diperta&KP)
peringati Hari Pangan Sedunia (HPS) 2019 , Kamis (28/11).

Di gelar di Aula serba guna Paseban Sena Probolinggo, tema yang diusung kali ini adalah ‘Melalui teknologi pertanian dan pangan, cintai pangan lokal’.

Tiba di Paseban Sena Hall, Ketua TP PKK Aminah bersama rombongan meninjau stand gelar potensi pekarangan lima kecamatan. Berbagai tanaman yang biasa ditanam dan hidup di pekarangan dipamerkan dalam peringatan Hari Pangan Sedunia tahun 2019.

Dilanjutkan meninjau hasil masakan dalam lomba cipta kreasi resep pangan lokal bagi siswa SMP dan kelompok karang kitri se-Kota Probolinggo. Olahan menu berbahan dasar pangan lokal itu sangat menarik perhatian. Berbagai jenis menu dilombakan untuk menarik perhatian juri.

” pesatnya pertumbuhan penduduk dan menurunya lahan produktif maka pemerintah mendorong komoditas pangan selain beras sebagai ketersediaan pangan masa depan”.

“Optimalisasi teknologi adalah bagian dari komitmen pemerintah kota Probolinggo untuk menjaga kebutuhan pangan kita, baik untuk meningkatkan produktivitas pertanian hingga sebagai alat untuk mendapatkan inspirasi dalam pengolahan “. ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Achmad Sudiyanto saat membacakan sambutan Wali Kota Habib Hadi.

Saat ini, pemerintah secara gencar melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan. Upaya yang dilakukan tidak untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat sehingga masyarakat mengkonsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangannya baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein, sumber vitamin dan mineral agar kualitas gizi lebih baik.

“Dan, yang membanggakan adalah Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo berhasil menjuarai lomba cipta menu lunchbox berbahan dasar pangan lokal yang bernama nasi janis kopro alias nasi jagung manis Kota Probolinggo,” imbuh Asisten Sudi-sapaannya.

berhasil jadi yang terbaik dengan olahan Dodol Tomat dan Jahe Temulawak Bubuk. Disusul KK Jitu Lestari Kebonsari Kulon, KK RW 4 Pilang, KK RW 3 Ketapang, KRPL Kusuma Sari Mangunharjo dan KRPL Srikandi Tisnonegaran.

Wahyu Widiana Mujiati, guru dari SMPIT Pelita mengaku bersyukur mendapat juara pertama. Menurutnya, produk Corn Milk yang ia buat bersama para siswa bagus dikonsumsi untuk kesehatan tubuh. Bahkan disebutkan cocok dikonsumsi penderita diabates dan ibu hamil.

“Waktu jalan ke pasar Gotong Royong melihat ubi melimpah, jadi saya berpikir bisa untuk project usaha ke depan,” ujar Ida, yang menceritakan bagaimana ide membuat pie ubi itu muncul.

Sedangkan juara kategori kelompok karang kitri, Mar’atus Sholihah mengaku Dodol Tomat buatannya berbeda karena menggunakan beras jagung dan tapioka. Berbeda dengan dodol biasanya yang berbahan tepung ketan.

“Karena temanya kan non terigu dan beras. Kalau minumannya membuat serbuk instan, jahe sama temulawak. Minuman yang bisa tahan tiga bulan tanpa pengawet,” jelas Mar’atus yang begitu senang setelah disebut menjadi juara. (Mr.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll Up