banner77

Teladan Bripda Eka Yuli Andini, Anggota Polwan yang Tak Malu Nyambi Jadi Penambal Ban

Salatiga, portalbromo.com – Meski masyarakat kerap memandang minor institusi Kepolisian karena ulah segelintir oknumnya, ternyata masih ada banyak dari mereka yang justru tak sungkan mengerjakan profesi yang tergolong milik ‘wong cilik’. Salah satunya adalah Bripda Eka Yuli Andini, anggota Sabhara Polresta Salatiga. Ia tak sungkan menjadi seorang penambal ban meski telah memiliki pangkat sebagai seorang aparat penegak hukum.

Meski awalnya sempat minder saat hendak mendaftar menjadi Polisi, Eka tetap optimis diterima karena cita-citanya yang ingin membantu ekonomi keluarga dan mengangkat derajat orangtua. Bahkan, setelah ia berhasil menjadi anggota Polwan, kebiasaanya dahulu sebagai penambal ban, tetap dilakoninya tanpa kenal rasa malu. Bagaimana lika-liku kehidupannya hingga sukses? Simak ulasan berikut.

Menjadi seorang anggota Polisi, awalnya tak terlintas dari sosok anak sulung dari pasangan Sabirin dan Darwanti ini. Selain imej pendaftaran aparat yang lekat dengan uang sogokan, Eka juga menyadari latar belakang ekonomi keluarganya. Sang ayah hanyalah seorang tukang tambal ban. Sementara sang bunda berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Ia bahkan sempat berpikir, hal tersebut sangat sulit diraihnya.

“Awalnya, bapak ibu sempat mikir-mikir, takut kalau dikenai biaya. Kalau orang umum mandangnya kan harus bayar berapa ratus juta gitu kan?” kata Bripda Eka yang dilansir dari regional.kompas.com.

Namun, titik terang mulai menghampiri diri Eka tatkala adanya sosialisasi penerimaan polwan yang dilakukan oleh Polresta Salatiga di SMKN 2 Salatiga, tempatnya bersekolah. Menurut informasi yang ia terima, menjadi polisi tidak dipungut biaya apa-apa alias gratis. Eka pun akhirnya semangat untuk mendaftar. Sayang, ia kemudian menjadi bimbang karena di sisi lain, hendak mewujudkan cita-citanya berkarir di dunia broadcasting. Sesuai jurusan Teknik Komputer dan Jaringan yang ia tempuh di sekolah.

“Saya kepenginnya kerja di broadcasting di televisi nasional karena saya suka animasi dan editing. Tapi, saat ada sosialisasi penerimaan polwan dikatakan gratis, dalam hati, saya pengen juga jadi polisi,” ujarnya yang dilansir dari regional.kompas.com.

Saat hendak mendaftar, Eka sejatinya tidak percaya diri karena mempunyai tinggi badan hanya 156 sentimeter. Namun berkat dorongan yang kuat dari teman-teman dan gurunya di sekolah, ia pun akhirnya mendaftar dan mengikuti proses seleksi Secaba Polri di Semarang. Tak disangka, Eka justru lolos bersama seorang temannya dan berhak mengikuti pendidikan calon bintara Polri.

“Akhirnya daftar juga meskipun sempat minder karena tinggi badan saya ngepres. Saat itu, saya daftar bareng satu sekolah ada 20 orang. Alhamdulillah, ada dua yang diterima, salah satunya saya,” ujar Eka yang dilansir dari regional.kompas.com.

Selama mengikuti pendidikan, Bripda Eka juga termasuk siswa yang berprestasi di Sekolah Calon Bintara (Secaba) di Pusdik Binmas Lemdikpol, Banyubiru, Ambarawa. Yang membanggakan, dirinya juga berhasil masuk di peringkat 7 dari total 7.000 peserta saat menjalani pendidikan kepolisian se-Indonesia tersebut. Hal ini dikarenakan Bripda Eka senantiasa mengingat akan niat mulianya saat hendak mendaftar sebagai anggota polisi.

“Motivasi saya hanya satu, ingin membantu ekonomi keluarga dan mengangkat derajat orangtua,” kata Eka yang dilansir dari regional.kompas.com.

Meski telah sukses menjadi seorang anggota polisi, Bripda Eka tak lantas berubah secara drastis. Terbukti, ia masih setia melakukan tugasnya sebagai penambal ban di sela kesibukannya berdinas sebagai polisi Satuan Sabhara Polresta Salatiga. Hal ini juga dilakukan juga sebagai bentuk dirinya membantu pekerjaan orang tua. Terlebih, sang ayah pada saat itu tengah dirawat di RSUD Salatiga karena menderita kanker paru-paru.

“Saya bergantian dengan adik dan ibu saya menjaga ayah di rumah sakit. Kalau ada yang nambal ban atau isi angin, tetap saya layani,” ujar Eka yang dilansir dari regional.kompas.com.

Hebat ya sahabat Portal Bromo, Meski telah sukses menjadi Polisi dan memiliki kedudukan, Bripda Eka tak sungkan nyambi menjadi seorang penambal ban. Sebuah contoh nyata yang melukiskan, bahwa pangkat dan jabatan tak lantas harus menjadikan seseorang kehilangan jati dirinya. Seperti kisah di atas, kalau sudah sukses jangan Sombong ya Sahabat Portal Bromo.(wan/mj/kmps)

Respon (29)

  1. Thank you for another magnificent post. The place else could anyone get that type of info in such a perfect approach of writing? I have a presentation next week, and I am at the look for such info.|

  2. Hi to all, how is everything, I think every one is getting more from this site, and your views are good designed for new viewers.|

  3. Hey just wanted to give you a quick heads up. The text in your post seem to be running off the screen in Internet explorer. I’m not sure if this is a formatting issue or something to do with internet browser compatibility but I thought I’d post to let you know. The design look great though! Hope you get the issue solved soon. Cheers|

  4. We’re a group of volunteers and starting a brand new
    scheme in our community. Your web site provided us with useful
    info to work on. You have done a formidable activity and our entire group will likely be grateful to you.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.